Lurahan Singosaren, Bandi Asa’ari, S.Sos: Kegiatan Pentas Reyog Rutin Serentak di Wilayah Ponorogo Kembali Digelar

  • Whatsapp

PONOROGO I jenangan.ponorogo.go.id – Pentas Reyog rutin serentak di wilayah Ponorogo akhirnya kembali digelar, seperti di wilayah Kelurahan Singosaren pada Jum’at 11 September 2020 kemarin.

Namun ada hal yang sedikit berbeda dari penampilan para penari reyog karena pandemi Covid -19. Kecantikan para penari tertutupi karena wajib menggunakan masker atau face shield.

Kegiatan kesenian rutin bulanan setiap tanggal 11 itu sempat ditiadakan karena alasan adanya wabah covid – 19. Penyebaran virus corona yang begitu masif membuat atraksi seni tradisi ini harus menepi beberapa sa’at. Kini, memasuki era new normal atau adaptasi kebiasaan baru, Kelurahan Singosaren Kecamatan Jenangan Pemkab Ponorogo berani memulai kembali pentas Reyog tersebut.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Jajaran pemerintah Kecamatan Jenangan, Koordinator YRP Kecamatan Jenangan, Slamet Riyadi, S.Pdi, Lurah Singosaren, Bandi Asa’ari, S.Sos, Sekretaris Kelurahan Singosaren, Sri Budi Lestari, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan juga para tokoh masyarakat dan para pelaku kesenian setempat.

Sebagai informasi, Pentas Reyog serentak adalah upaya pemerintah Singosaren Kecamatan Jenangan Pemkab Ponorogo untuk melestarikan kesenian asli daerah. Tiap bulan setiap kecamatan wajib menggelar kesenian tersebut. Tiap desa di satu Kecamatan juga digilir sebagai pelaksana kegiatan tiap bulannya. Dengan jumlah 21 kecamatan, artinya tiap satu bulan ada 21 kegiatan pentas Reyog di Ponorogo, waktunya serempak, pukul 15.00 WIB.

“Pelaksanaan Gebyak Reyog di masa pandemi tentunya wajib mengindahkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Bukan hanya penarinya, penonton juga wajib melaksanakan protokol kesehatan tersebut,”Terang Lurah Singosaren, Bandi Asa’ari, S.Sos.

Sementara itu Camat Kecamatan Jenangan, Hj. Erni Haris Mawanti, S. Sos, Msi saat di konfirmasi juga manyampaikan bahwa pentas Reyog serentak ini merupakan upaya kita untuk tetap melestarikan seni budaya warisan nenek moyang kita.”Tapi saya ingatkan untuk tetap disiplin protokol kesehatan Covid-19. Ini untuk menjaga kita semua tetap sehat tidak tertular Covid-19. Jadikan protokol kesehatan ini sebagai kebiasaan dalam semua aktivitas kita,” Pesannya.

“Semua harus waspada, baik tua, muda, anak-anak, dewasa, seluruhnya tanpa kecuali. Dengan begitu, semua kegiatan yang telah dicanangkan Pemkab Ponorogo bisa terlaksana dengan baik,” Tandasnya. (Fd/Ab/Ag).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *