Camat Jenangan Dukung Peringatan 10 Muharram “Asyura” Islam Desa Paringan Untuk Menguatkan Ukuah Islamiyah

  • Whatsapp

PONOROGO | jenangan.ponorogo.go.id – Hari Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Sedangkan asyura sendiri berarti kesepuluh. Hari ini menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi’ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 H (680).

Akan tetapi, sebagian umat Islam meyakini bahwa Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut untuk mengekspresikan kegembiraan kepada Allah karena kaum Bani Israil sudah terbebas dari Fira’un (Exodus). Menurut riwayat, Nabi Muhammad berpuasa pada hari tersebut dan meminta para sahabat untuk berpuasa. Dalam riwayat lain Beliau berkeinginan berpuasa mulai hari kesembilan, namun keinginan Beliau belum terlaksana karena Beliau wafat.

Pada masa pra-Islam, ‘Asyura diperingati sebagai hari raya resmi bangsa Arab. Pada masa itu orang-orang berpuasa dan bersyukur menyambut ‘Asyura. Mereka merayakan hari itu dengan penuh suka cita sebagaimana hari Nawruz yang dijadikan hari raya di negeri Iran.

Dalam sejarah Arab, hari ‘Asyura (10 Muharram) adalah hari raya bersejarah. Pada hari itu setiap suku mengadakan perayaan dengan mengenakan pakaian baru dan menghias kota-kota mereka. Sekelompok bangsa Arab, yang dikenal sebagai kelompok Yazidi, merayakan hari raya tersebut sebagai hari suka cita.

Sebelum Islam, Hari Asyura sudah menjadi hari peringatan dimana beberapa orang Mekkah biasanya melakukan puasa. Ketika Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah, ia mengetahui bahwa Yahudi di daerah tersebut berpuasa pada hari Asyura – bisa jadi saat itu merupakan hari besar Yahudi Yom Kippur. Saat itu, Nabi Muhammad menyatakan bahwa Muslim lebih berhak dari Yahudi berpuasa pada hari-hari itu.

Selain sunah berpuasa pada tanggal sembilan dan sepuluh Asyura (bertepatan dengan tanggal 6 -7 Januari 2009) juga ada anjuran untuk memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dan anak yatim. Bahkan Rasulullah SAW. Pada hari Asyura menganjurkan untuk memberi keluasan rizki kepada keluarganya dengan makanan atau hidangan yang dapat menyenangkan mereka layaknya seperti suasana hari raya, insya Allah hikmahnya Allah akan memberikan keluasan rezkinya.

Seperti yang di sampaikan Suwendi, SH Kepala Desa Paringan saat ini pemerintah bersama warga masyarakat Desa Paringan juga mengadakan peringatan 10 Muharam “Asyura” yang bertempat di pendopo Desa Paringan, Jum’at 28 Agustus 2020. “ Saat ini pemerintah desa Paringan bersama warga masyarakat Desa Paringan rutin di setiap tahunnya mengadakan peringatan 10 Asura.
kegiatan tersebut juga di barengi dengan santunan Anak Yatim Piatu, “Terangnya.

Suwendi juga menambahkan, selain santunan Anak Yatim Piatu, dalam peringatan 10 Muharam “Asyura” ini, juga di adakan pengajian akbar dengan pembicara KH. Abdulloh Hafidz. “ Alhamdulillah donasi spontan mala mini telah terkumpol 19.500.000 belum termasuk pemberian warga yang langsung di berikan ke anak Yatim. Terimakasih saya sampaikan kepada seluruh panitia, perangkat Desa dan semuanya yang telah kompak demi suksesnya kegiatan ini,”Ucapnya.

Suwendi saat di konfirmasi juga berharap, semoga para donator dalam peringatan 10 Muharam “Asyura” ini, Amal dan ibadahnya di catat sebagai amal yang baik, berkah dan semoga diangkat derajatnya oleh Alloh SWT.

Sementara itu Camat Kecamatan Jenangan, Hj.Erni Haris Mawanti, S.Sos, MSi secara terpisah di konfirmasi juga menyatakan sangat mendukung dengan diadakannya peringatan 10 Murram yang di gelar di pendopo Desa Paringan. ” Kami sangat mendukung dengan kegiatan itu, sebab selain memperingati 10 Muharram, itu bentuk penguatan ukhuah islamiyah dan sesuai visi – misi pemkab Ponorogo yaitu Ponorogo yang lebih Maju, Berbudaya dan Religius,”Tandasnya.

(AB/ANG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *